Ekososlab Lakukan Monitoring dan Evaluasi di KHDTK Kintap untuk Perkuat Kolaborasi Pemuda dan Pengelolaan Hutan Lestari : Kunjungan Lapangan Bangun Sinergi dan Tindak Lanjut Program Berbasis Tapak
Ditulis oleh Admin | 2025-07-28
Banjarbaru, 28 Juli 2025. Laboratorium Keadilan Sosial dan Ekologis (Ekososlab) melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ke Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 25–28 Juli 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat pelibatan pemuda dan keberlanjutan program berbasis ekologi, sosial, dan ekonomi yang telah berjalan di kawasan tersebut.
Monitoring ini bertujuan untuk meninjau capaian kegiatan lapangan, berdiskusi dengan mitra lokal, serta menyusun langkah tindak lanjut dalam pengelolaan kawasan hutan yang lebih partisipatif dan inklusif. Kegiatan dilakukan oleh tim Ekososlab yang terdiri dari empat orang, termasuk M. Akmal Ramadhan, Alya Nabiila, Syahlan Faluthi, dan Anisa Munthe, bersama dengan fasilitator daerah Kalimantan Selatan.
Kunjungan dimulai pada Jumat, 25 Juli 2025, dengan pertemuan di Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kota Banjarbaru, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang kini bertanggung jawab atas pengelolaan KHDTK Kintap. Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan visi dan misi Ekososlab serta menyelaraskan arah kerja dengan pihak balai agar sinergi program dapat diperkuat di masa mendatang.
Pada hari yang sama, tim Ekososlab juga melanjutkan agenda ke Banjarmasin untuk berdiskusi dengan komunitas River Care Generation (RCG), gerakan pemuda lokal yang berfokus pada isu sungai dan lingkungan. Komunitas River Care Generation (RCG) diinisiasi oleh beberapa alumni Green Leadership Indonesia yang merupakan program pendidikan Institut Hijau Indonesia. Diskusi tersebut menjadi wadah pertukaran pengalaman dan gagasan antara dua gerakan anak muda yang memiliki fokus sama : membangun inisiatif akar rumput dalam menghadapi krisis iklim dan menjaga keberlanjutan ekosistem lokal. Pertemuan ini juga menghasilkan kesepahaman awal untuk menjajaki kolaborasi di bidang edukasi lingkungan dan kampanye kesadaran publik.
Pada Sabtu, 26 Juli 2025, tim melanjutkan perjalanan ke Desa Riam Adungan, kawasan penyangga KHDTK Kintap, untuk melakukan dialog langsung dengan Kepala Desa, kelompok pemuda, dan masyarakat lokal. Dalam pertemuan ini, tim menggali masukan mengenai perkembangan kegiatan lapangan, kebutuhan dukungan teknis, serta aspirasi masyarakat terhadap program yang dijalankan Ekososlab selama beberapa tahun terakhir. Diskusi berlangsung terbuka dan produktif, memperlihatkan semangat kolaborasi masyarakat desa dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian penting dari proses refleksi tahunan Ekososlab, yang tidak hanya menilai keberhasilan implementasi program, tetapi juga memastikan keberlanjutan inisiatif yang dikelola oleh masyarakat dan pemuda setempat. Fokus monev tahun ini adalah memperkuat jejaring kemitraan dengan lembaga teknis pemerintah, komunitas lokal, dan generasi muda, agar program di KHDTK Kintap dapat terus berkembang sebagai model laboratorium sosial ekologis di Kalimantan Selatan.
Melalui kegiatan ini, Ekososlab menegaskan komitmennya dalam membangun pendekatan “learning by doing” di tingkat tapak di mana pemuda, masyarakat, dan pemerintah dapat belajar bersama dalam merancang solusi berbasis ekologi dan keadilan sosial.
“Monitoring ini bukan hanya untuk melihat apa yang sudah tercapai, tetapi juga mendengarkan langsung suara masyarakat dan pemuda yang menjadi inti dari perubahan,” ujar salah satu anggota tim Ekososlab dalam sesi evaluasi lapangan.
Dengan hasil kunjungan ini, Ekososlab berencana menindaklanjuti sejumlah rekomendasi, termasuk penguatan kapasitas pemuda lokal, peningkatan komunikasi dengan lembaga pengelola hutan, serta pengembangan kegiatan kolaboratif lintas komunitas.
Berita Lainnya
-
Institut Hijau Indonesia Gelar Diskusi Pengembangan Kurikulum YOU-RINGS Bersama Pakar, Akademisi, dan Praktisi Energi
| 2026-02-03 -
Dari Budi Utomo ke Era Reformasi : Transformasi Partisipasi Politik Rakyat Indonesia
| 2026-02-02 -
Patronase Kekuasaan dan Politik Uang : Analisis Teori Pelanggengan Kekuasaan dan Sistem Pemilu dalam Konteks KKN di Indonesia
| 2026-01-30 -
Integritas dalam demokrasi
| 2026-01-26 -
Negara dan Kita: Bukan Hanya Tentang Hukum, Tapi Nilai dan Cinta
| 2026-01-22 -
Mengurai Dilema Konstitusi: Antara Pedoman Moral dan Alat Kekuasaan
| 2026-01-08 -
Dinamika Sistem Pemilu Indonesia: Antara Tantangan Demokrasi Serentak 2024 dan Ancaman KKN
| 2026-01-08 -
Ekonomi Konstitusi, Oligarki, dan Demokrasi Lokal yang Berkeadilan
| 2026-01-08 -
Kuasai Copilot untuk Percepatan Project Planning, Ratusan Mahasiswa Institut Hijau Indonesia Ikuti Pelatihan GARUDA AI dan Microsoft Elevate
| 2026-01-07 -
Menjemput Masa Depan Hijau “Reclaim Our Future”: Wisuda Bersama Green Leadership Indonesia Batch 5 dan Civic Education
| 2025-12-30