Pemuda Desa Pemepek Belajar Olah Limbah Jadi Pakan Ternak Bernilai Tinggi : Pelatihan di KHDTK Rarung Dorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi Lokal
Ditulis oleh Admin | 2025-07-27
Lombok Tengah, 26 Juli 2025. Dalam upaya membangun kemandirian pangan dan meningkatkan kapasitas peternak lokal, Laboratorium Keadilan Sosial dan Ekologis (Ekososlab) menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak di kawasan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Rarung, Desa Pemepek, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 25–26 Juli 2025, ini diikuti oleh 33 peserta yang terdiri dari peternak sapi, kelompok wanita tani (KWT), pemuda desa, pengurus desa, serta perwakilan dari Dinas Pertanian dan akademisi Universitas Gunung Rinjani. Pelatihan difokuskan pada pembuatan pakan ternak silase komplit—teknologi sederhana yang mengubah bahan hijauan dan limbah organik menjadi pakan bergizi tinggi dengan daya simpan lama.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Pemepek dan dihadiri oleh para tokoh masyarakat serta mitra lokal. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Ekososlab yang berhasil menghadirkan pendekatan inovatif dalam pengelolaan sumber daya lokal. “Pelatihan ini sangat membantu masyarakat kami yang selama ini kesulitan menyediakan pakan sapi saat musim kemarau,” ujar Sekretaris Desa dalam sambutannya.
Pada hari pertama, tim Ekososlab bersama pemuda lokal melakukan kunjungan lapangan ke peternak sapi di sekitar KHDTK Rarung untuk menggali berbagai permasalahan yang dihadapi peternak. Sementara pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada praktik langsung pembuatan pakan silase, dipandu oleh Mas Wahyu, narasumber ahli di bidang peternakan organik.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan cara mengolah bahan-bahan hijauan menjadi pakan fermentasi dengan tambahan mineral alami. Narasumber juga memberikan materi tambahan tentang penanganan penyakit ternak serta obat alami yang bisa dibuat dari bahan di sekitar rumah. Antusiasme peserta terlihat tinggi—baik peternak laki-laki maupun perempuan aktif bertanya dan berdiskusi mengenai perawatan ternak mereka.
Puncak kegiatan ditandai dengan sesi praktek bersama membuat pakan silase komplit, di mana seluruh peserta terlibat langsung mulai dari pencacahan bahan, pencampuran, hingga proses fermentasi. Hasilnya, pakan silase siap simpan berhasil diproduksi secara kolektif di akhir sesi pelatihan.
Para peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang pentingnya inovasi lokal dalam peternakan. “Kami ingin terus mempraktikkan ilmu ini, tapi kami masih membutuhkan alat pemotong hijauan agar proses produksi lebih mudah,” ujar salah satu peserta yang berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk pengadaan mesin pencacah rumput.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Pangan Lestari yang dikembangkan Ekososlab sebagai bentuk pembelajaran berbasis praktik (learning by doing). Program ini menekankan pemanfaatan limbah organik dan sumber daya lokal sebagai bahan produksi pertanian dan peternakan yang ramah lingkungan.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Desa Pemepek dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemuda, kelompok tani, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pangan berkelanjutan di tingkat desa.
Berita Lainnya
-
Mengenal Teori-teori Besar Tentang Cara Melanggengkan Kekuasaan dan Hubungannya dengan Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) pada Penguasa di Indonesia
| 2026-02-21 -
Integritas dan Etika Publik: Fondasi Kualitas Demokrasi dan Kinerja Lembaga Politik di Indonesia
| 2026-02-20 -
Mengawal Konstitusi: Dari Partisipasi Aktif Menuju Relasi Ideal Pemerintah dan Warga
| 2026-02-18 -
Membangun Generasi Muda Kritis dan Aktif Demi Terciptanya Keadilan Sosial dan Ekologis
| 2026-02-16 -
Desain Sistem Pemilu, Reproduksi Kekuasaan Elite, dan Urgensi Pendidikan Politik di Indonesia
| 2026-02-12 -
Membangun Ulang Kepercayaan Publik dalam Demokrasi Indonesia
| 2026-02-11 -
Indonesia di Persimpangan Konstitusi: Antara Pedoman Moral, Alat Kekuasaan, dan Partisipasi Kritis Warga Negara
| 2026-02-09 -
Institut Hijau Indonesia Gelar Diskusi Pengembangan Kurikulum YOU-RINGS Bersama Pakar, Akademisi, dan Praktisi Energi
| 2026-02-03 -
Dari Budi Utomo ke Era Reformasi : Transformasi Partisipasi Politik Rakyat Indonesia
| 2026-02-02 -
Patronase Kekuasaan dan Politik Uang : Analisis Teori Pelanggengan Kekuasaan dan Sistem Pemilu dalam Konteks KKN di Indonesia
| 2026-01-30